Selasa, 27 November 2012


Contoh Cerita Perjalanan...
Oleh : Eunike Rambulangi




LIBURAN YANG MENYENANGKAN DI TANAH RAJA

Waktu itu tepat tanggal 16 Juni 2012, saya dan keluarga bersiap-siap ke Toraja. Setelah semuanya siap, kami berkumpul dan berdoa bersama sebelum memulai perjalanan. Setelah itu, kami mengangkat semua barang bawaan kami ke mobil dan tepat jam 08.00 pagi kami meninggalkan kota Makassar. Setelah melewati perjalanan panjang ditemani canda dan tawa di mobil, akhirnya kira-kira pukul 05.12 sore kami tiba di Toraja dengan selamat. Kami disambut dengan hangat oleh keluarga kami di sana. Setelah berbasa-basi, kamipun beristirahat. Keesokan harinya, kami berniat untuk mengunjungi acara Jambore Sekolah Minggu Nasional yang  diadakan di daerah Bokin, Toraja. Akhirnya, kamipun berangkat ke sana. Singkat cerita, kami tiba di Bokin. Suasana yang ramai disertai dengan udara dingin yang mulai menusuk tubuh. Sangat ramai, dipenuhi oleh ribuan peserta jambore dari berbagai wilayah di Indonesia. Terlihat jelas para peserta sangat menikmati aktivitas mereka. Ada yang sedang memancing, ada yang sedang menimba air, bahkan ada yang sedang berjuang menangkap ikan di sawah.
Setelah menghabiskan waktu berjam-jam di tempat itu, embun mulai menampakkan wajahnya dan menyelimuti perkemahan para peserta. Udara dingin kini semakin menusuk tubuh. Para peserta mulai menghentikan aktivitas mereka dan kembali ke perkemahan. Setelah merasa puas, kami menyempatkan diri mengambil beberapa gambar sebelum meninggalkan lokasi jambore. Setibanya di rumah, kami langsung membersihkan diri dan makan malam lalu beristirahat.
Keesokan harinya, kami memulai aktivitas dengan berangkat ke Gereja. Banyak wajah yang sudah tak asing lagi, ya, mereka adalah teman lamaku. Tidak terasa, sudah 6 tahun lebih aku tidak bertemu dengan mereka. Begitu banyak perubahan yang terlihat dari mereka. Rasanya benar-benar ingin menyapa mereka tetapi entah mengapa rasa malu lebih besar lagi, jadi kuputuskan untuk sekedar tersenyum kepada mereka. Singkat cerita, ibadah telah selesai. Kamipun bersiap untuk pulang. Saat menuruni tangga Gereja, terlihat seorang anak laki-laki berwajah cerah dengan senyum yang menghiasi bibirnya, dia adalah Ivon, teman lamaku. Orang yang dulu pernah membuatku merasakan sesuatu yang berbeda, ya entah apa itu. Tidak ingin membuang banyak waktu, aku langsung bergegas menuruni tangga dan kembali ke rumah dengan perasaan campur aduk. Setibanya dirumah, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Pertama-tama, kami mengunjungi rumah salah seorang kerabat kami di Sangalla’ dan setelahnya kami melanjutkan perjalanan berkeliling kota Makale dan Rantepao. Rasa lapar mulai menyerang, kamipun memutuskan untuk singgah dan menikmati semangkok bakso. Bakso yang sangat empuk, dan lezat. Memiliki cita rasa dan daya tarik tersendiri. Setelah itu kami kembali ke rumah dan beristirahat untuk mengumpulkan sisa-sisa energi yang masih tersisa.
 Sungguh liburan yang begitu menyenangkan. Banyak pengalaman baru yang bisa saya dapatkan. Saya bisa bertemu dengan teman-teman lama saya, bertemu keluarga saya, dan tentunya saya semakin menyadari besarnya kasih Tuhan itu. Ia selalu menjaga dan melindungi kita, sehingga meskipun jarak memisahkan kita dengan orang-orang yang kita sayangi, itu tidak berarti apa-apa karena sesungguhnya kita berada sangat dekat dalam Tuhan. Ia merawat kita, menjadikan kita dewasa, dewasa secara pikiran maupun iman. Ia akan selalu menyayangi kita seberapa bebalpun kita. Terimakasih Yesus.

Semoga coretan ini bermanfaat :) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar